Friday, July 10, 2015

NDORO MAT AMIT Oleh: KH. A. Mustofa Bisri


Anak-anak kecil sangat takut dengan lelaki itu. Bukan saja karena tubuhnya yang tinggi besar; mukanya yang tak pernah tersenyum, dan bibirnya yang dower, tapi terutama karena kebiasaannya yang aneh. Suka mencaci dengan berteriak kepada siapa saja yang dijumpainya. tak peduli terhadap siapa saja --orang tua, anak-anak, laki-laki, perempuan, orang biasa, tokoh masyarakat-- lelaki yang di kampung kami dipanggil Ndoro Mat Amit itu selalu bersikap kasar. Caci maki baginya seperti salam saja. Setiap ketemu orang, kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah caci-maki atau kata-kata tidak jelas maknanya yang rupanya dia maksudkan juga sebagai cacian. Mungkin karena itu, atau mungkin juga karena tak tahu arti ndoro, anak-anak tidak ada yang memanggilnya Ndoro, hanya Mat Amit saja. Semula aku sendiri juga hanya memanggilnya Mat Amit, tapi setelah dimarahi ibuku, aku ikut-ikut orang tua memanggilnya Ndoro.

Tak ada seorang pun yang tahu persis di mana Ndoro Mat Amit tinggal. Orang-orang hanya tahu dia itu bukan penduduk asli, orang dari luar kota, tapi punya banyak kenalan di kota kami. Ada yang bilang dia dipanggil Ndoro karena masih keturunan Nabi. Hanya karena ia sering datang --hampir sebulan sekali, paling lama tiga bulan sekali-- banyak orang yang kemudian mengenalnya.

"Mat Amit! Mat Amit!" begitu teriak anak-anak bila melihat sosok raksasa itu datang. Dan anak-anak yang sedang asyik bermain itu pun buyar; berlarian ke sana kemari seperti gerombolan anak kijang melihat harimau.

Di antara yang sering dikunjungi Ndoro Mat Amit adalah rumah kami. Kalau datang, ia tidak pernah lupa mampir ke rumah. Entah mengapa. Mungkin dia menyukai ayahku yang memang ramah terhadap setiap tamu. Ayah pernah menasihatiku: menghormati tamu itu merupakan anjuran Rasulullah; jadi siapa pun tamu kita, mesti kita hormati. Muslim yang baik ialah yang dapat menundukkan rasa suka dan tidak sukanya demi melaksanakan ajaran Rasulnya.

"Tapi Ndoro Mat Amit sendiri tidak ramah, Yah," selaku, "bahkan menakutkan!"

"Apa yang kau takuti? Dia itu manusia biasa juga seperti kita," kata Ayah menjelaskan. "Dia kan tidak pernah mengigit orang. Orang itu kan macam-macam tabiatnya. Ada yang kasar, ada yang lembut. Ada yang sopan, ada yang tidak. Kita sendiri memang harus berusaha menjadi orang yang lembut dan sopan, tapi kan tidak harus membenci mereka yang belum bisa bersikap begitu. Dan ingat, cung (cung, dari kacung = panggilan untuk anak kecil); penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah sering kita melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut."

Entah karena nasihat Ayah atau mungkin karena sudah terbiasa, akhirnya aku sendiri --tidak seperti banyak kawanku-- tidak begitu takut lagi dengan Ndoro Mat Amit. Memang dulu --dalam kesempatan berkunjung ke rumah-- pernah aku dipanggil Ndoro Mat Amit, tepatnya dibentak, hingga gemetaran.

"Hei, kamu, bajingan, kemari!"

Aku terpaku ketakutan. "Setan kecil! Punya telinga, tidak?" teriaknya lagi. "Aku memanggilmu, Bahlul!"

Aku pun ragu-ragu mendekat dengan kewaspadaan penuh. Pikirku, kalau dia macam-macam, mau mengampar misalnya, aku sudah siap melarikan diri.

Ternyata dia merogoh saku jasnya yang kumal, mengeluarkan beberapa uang receh, dan memberikannya kepadaku. "Ini, buat jajan kamu dan kawan-kawanmu!" katanya kasar.

"Goblok! Terima!" Ragu-ragu aku menerima pemberiannya.

"Lho, apalagi? kurang?" Dia merogoh lagi sakunya dan memberikan lagi uang receh kepadaku. "Sekarang minggat!" teriaknya kemudian mengejutkanku. "Cepat minggat! Monyet kecil!!!" Aku pun berlari meninggalkannyaa. Ngeri, tapi senang juga mendapat uang jajan yang cukup untuk menraktir kawan-kawan ke warung pecel De Karmonah. Ada baiknya juga orang sangar ini.

Sudah menjadi kebiasaan, pada bulan Maulud (Rabi'ul Awwal) Ayah mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula pesantrennya. Dulu acaranya sederhana saja. Tidak ada ceramah-ceramah seperti sekarang. Hanya berzanjenan, membaca syair-syair madah Al-Banzanji-nya Syeikh Ja'far Al-Barzanji, untuk mengenang dan memuji Rasulullah SAW. Orang-orang bergiliran membaca dengan lagu yang berbeda-beda. Ada yang irama dan nadanya seperti lagu India, ada yang seperti lagu Melayu, ada lagu padang pasir, dsb. Bahkan ada yang menembak irama lagu Pengantin Baru. Kalau lagunya agak sulit, orang-orang yang "koor" mengikutinya agak kerepotan juga. Biasanya ada grup rebana yang mengiringi.

Dalam acara semacam ini Ndoro Mat Amit tidak pernah absen hadir dengan pakaian kebesarannya yang khas: sarung plekat, jas yang berkantong besar; peci torbus merah, dan sepatu dengan kaos kaki tebal. Dia kelihatan paling bersemangat menyahuti syair-syair yang dilagukan. Seperti sosoknya, suaranya juga paling menonjol. Keras, sember; dan sumbang; membuat anak-anak muda menahan senyum dan anak-anak kecil cekikikan campur takut. Tidak seperti biasanya, dalam acara seperti itu, Ndoro Mat Amit tidak peduli; dia tetap asyik menyahuti shalawat Nabi dengan serius dan sepenuh hati.

Sampai suatu ketika, pada acara Mauludan seperti itu terjadi peristiwa yang menarik. Pada saat asyraqalan, di mana semua yang hadir berdiri sambil melantunkan shalawat mulai dari Thala'al Badru 'alainaa ... Ndoro Mat Amit tampak menunduk-menunduk sambil menangis meraung-raaung. Sementara di bagian lain terlihat pemandangan yang serupa: Pak Min, kusir dokar yang biasa mengantar Ayah bila bepergian agak jauh, juga menunduk-menunduk sambil menangis, meski tidak sekeras Ndoro Mat Amit. Tentu saja sikap kedua orang itu menarik perhatian sekalian yang hadir. bahkan setelah selesai acara Berzanjenan, pada waktu acara makan bersama, kulihat Ayah mendekati Pak Min dan menanyainya, "Kang Min, tadi waktu asyraqalan aku lihat kamu kok menunduk-nunduk sambil menangis. Mengapa?"

"Lho, apa Kiai nggak pirso tadi itu Kanjeng Nabi rawuh?" Kang Min balas bertanya sambil berbisik.
"Lho, masak iya, Kang Min?" ayah seperti kaget. "Aku kok nggak melihat."
"Kusir samber gelap!" tiba-tiba suara geledek Ndoro Mat Amit menyambar. "Begitu saja ente pamer-pamerkan, Min, Min! Dasar kusir kucing kurap!"
"Siapa yang pamer, Yik (Yik berasal dari Sayyid = panggilan untuk orang Arab di Jawa)?" sahut Pak Min. "Aku kan ditanya Kiai. Memangnya aku mesti diam saja ditanya Kiai?"
"Kusir tengik, tak tahu malu!"
"Kau ini, Yik, yang tak tahu malu!" sergah Pak Min dengan berani, membuat orang-orang tercengang. "Dari dulu nggak capek-capeknya pakai topeng monyet. Sudahlah, Yik, yang wajar-wajar saja! Untuk apa pakai topeng segala! Ente pikir, dengan pakai topeng monyet begitu ente bisa menyembunyikan diri ente? kusir dokar saja tahu siapa ente sebenarnya."
Orang-orang mengira Ndoro Mat Amit akan meradang dan menerkam atau setidaknya menyumpahi Kang Min habis-habisan. Ternyata tidak. Ndoro kita ini malah menunduk dan tak lama kemudian, "Assalaamu 'alaikum!" katanya memberi salam kepada semua, dan --lho!-- ditinggalkannya majlis begitu saja.
Dari kejauhan masih terdengar lamat-lamat umpatannya, "Kusir edan!"
Sejak itu, Ndoro Mat Amit menghilang. Tak pernah lagi datang ke kota kami.
Demikian pula Pak Min. tak lama setelah kepergian Ndoro Mat Amit, Pak Min pamit kepada Ayah dan menyerahkan dokar dan kudanya. Katanya mau pulang ke desanya, tapi setelah itu tak pernah kembali.

"Dua orang itu," kata Ayah saat aku mintai penjelasan, "Sayyid Muhammad Al Hamid --yang dikenal sebagai Ndoro Mat Amit-- dan Kiai Mukmin --yang biasa dipanggil Pak Min atau Kang Min-- sebenarnya sama-sama memakai topeng. Artinya keduanya ingin menyembunyikan diri mereka yang sebenarnya agar tidak dikenali orang. Keduanya ingin tampak awam, bahkan hina, di depan umum. Yang satu dengan berlagak kasar tak tahu sopan; yang satunya lagi bersembunyi dalam pekerjaannya sebagai kusir. Dulu banyak orang saleh yang menyembunyikan diri seperti itu, bahkan ada yang berpura-pura gila. Ada yang melakukan hal itu karena khawatir didekati penguasa; ada yang tak mau kehilangan kenikmatan sebagai hamba yang papa di hadapan Allah; ada juga yang semata-mata karena takut hatinya terserang ujub."

"Tapi, seperti kau ketahui, takdir mempertemukan kedua tokoh bertopeng itu dan tanpa sadar topeng-topeng mereka terlepas. Keistimewaan mereka pun terlihat oleh kita. Kamu lihat waktu berzanjenan itu: dari sekian banyak kiai, tak ada seorang pun yang melihat kehadiran Rasulullah, juga Ayah. Hanya mereka berdua. Itu, Wallahu a'lam, merupakan tanda bahwa hati mereka memang bersih. hanya mereka yang mempunyai hati bersih, yang dapat melihat alam malakut dan roh suci nabi. Ayah yakin mereka berdua tak akan pernah kembali kemari, selamanya. Wali mastur, yang menyembunyikan kesalehannya, selalu menghilang bila ketahuan umum."

Rembang, 3 Ramadan 1423

Saturday, March 7, 2015

MP3 MAJLIS NURUL MUSTHOFA AL HABIB HASAN BIN JA'FAR ASSEGAF ( ALBUM UNTAIAN MUTIARA HATI)



1. MUQHODIMAH - Klik Disini

2. LAILAHAILALOH - Klik Disini

3. KHOIRULBARIYYAH - Klik Disini

4. ASSOLATU'ALAN NABI - Klik Disini

5. YAA ROBBIBIL MUSTHOFA - Klik Disini

6. WAQTHUSYAHAR - Klik Disini

7. DAUN'NI - Klik Disini


Monday, February 2, 2015

KEMULIAAN WAJAH RASULULLAH S.A.W DAN WAJAH NABIYULLAH YUSUF As.



Prof.Abuya As Sayyid Muhammad bin 'Alawy Al Maliki r.a.menjelaskan tentang perbedaan wajah Nabiyullah Yusuf As.dgn wajah Nabi Muhammad Saw :
"Sebagaimana dahulu di zaman Nabi Yusuf As.banyak para wanita tergila-gila padanya,bahkan sampai ada yang memotong jari-jarinya karena indahnya melihat wajah Nabiyullah Yusuf As.
Firman Allah ( QS. YUSUF : 31).
"Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya,mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tanganya sendiri, seraya berkata :"Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna".
(QS.Yusuf : 31).
Maka berkatalah Abuya As Sayyid Muhammad bin'Alawi Al Maliki r.a.menukil salah satu riwayat sahabat Nabi Saw,bahwa Allah tidak menampakan keindahan wajah Rasulullah Saw secara keseluruhan di muka bumi ini,hanya satu keindahan saja dari 10 bagian yg diperlihatkan.
"Jika seandainya yg 9 bagian itu ditampakan juga maka orang2 akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah Nabi Muhammad Saw."
Nabi Muhammad Saw dan Nabi Yusuf As.Keduanya mendapatkan keistimewaan ketampanan yg masyhur dan luar biasa.
Namun Nabi Muhammad Saw memiliki sebuah kelebihan yg tidak dimiliki oleh Nabi Yusus As yaitu al Haibah al Jalaliyah wa Dlou-un Nuroniyah.
Haibah yg tidak dimiliki oleh Nabi Yusuf As ini membuat ketampananya menghipnotis para wanita dan di gandrungi banyak orang.
Haibah yg tidak dimiliki Nabi Yusuf As ini juga menyebabkan kakak-kakaknya mendengki padanya dan berusaha mencelakainya.
al-Haibah al Jalaliyah yg dimiliki Nabi Muhammad Saw menjadikan kewibawaanya lebih mendominasi daripada ketampananya,hingga tak seorangpun wanita berani menatapnya karena rasa hormat kepadanya,apalagi tergila-gila seperti yg dilakukan tuan putri Zulaiha pada Nabi Yusuf As.
Rasulullah Saw juga memiliki Dlou-un Nuroniyah (Cahaya yang menerangi)
Di kisahkan suatu saat istri Nabi Muhammad Saw menjahit baju,tiba-tiba lampunya mati,karena saking terkejutnya jarum yg di gunakan menjahit itu terlempar entah kemana.
Ketika Nabi Muhammad Saw keluar dan bertanya padanya "Ada apakah gerangan..?"
Seketika itu isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melihat Cahaya dari tubuh Nabi shallallahu'alaihi wasallam hingga jarum yg terlempar itu bisa terlihat.
Al Imam Ghazali, menjelaskan dalam "Ihya Ulum-Id-Din : "Rasulullah Saw, memiliki jasmani yg tampan,sebagian para sahabat menyatakan senyuman beliau seindah Bulan Purnama.
Hidung tipis,wajahnya halus,janggutnya tebal,lehernya indah,jika cahaya matahari menyinari lehernya,hal itu tampak campuran antara perak dan emas,bagian antara pundaknya begitu lebar."
Sayydina Ibrahim bin Muhammad Ra
Berkata : "Ketika Sayydina Ali bin abi Thalib krw menggambarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,ia berkata,"Beliau Saw tidak terlalu tinggi atau pendek,melainkan seorang pria yg tinggi sedang.
Rambut beliau tidaklah keriting ataupun bergelombang namun paduan daripadanya.Kulit beliau agak putih kemerahan,beliau memiliki bagian mata yg hitam dan bulu mata yang panjang,beliau memiliki bagian yg menonjol dari tulang belikatnya.
Diantara pundak beliau terdapat tanda kenabian,beliau memiliki dada yg paling sempurna di banding orang lain.Beliau memiliki perangai yg lemah lembut dan silsilah yg paling mulia.
mereka yg melihatnya langsung berdiri dengan perasaan kagum kepadanya dan mereka yg berkenalan langsung mencintainya, mereka menggambarkan beliau mengatakan bahwa belum pernah melihat seorangpun seperti beliau dulu ataupun setelahnya."
Sayydina Hasan Ra.berkata :"Beliau memiliki kualitas dan penampilan yg sempurna, yg lain juga menghargainya begitu tinggi wajahnya yg penuh berkah bersinar seperti bulan purnama.Beliau lebih tinggi daripada pria yg tinggi.Rambutnya Saw ikal,jika rambutnya terbelah tanpa sengaja,beliau akan membiarkanya saja,kalau tidak,maka beliau tidak membuatnya menjadi terbelah di tengah.Rasulullah Saw memiliki corak kulit yg berkilauan dan dahi yg lebar.Alis beliau begitu tebal dan rapi,leher beliau begitu indah dan tipis,seperti patung yg terpahat dgn rapi,warna kulitnya begitu jelas,bersinar dan indah laksana perak.Seluruh bagian tubuhnya memiliki ukuran yang sempurna.Tubuh beliau tersusun dgn sempurnanya."
Kelak wajah itu akan diperlihatkan kepada umat manusia di Telaga Haudh,di hari kiamat.
Semoga kita di izinkan memandang wajah yang indah itu.
Aamiin ya Robbal Aalamiin.
Allahumma sholli wa shallim wa baarik alaa Sayydina Muhammad wa alaa alihi wa shohbih.

Saturday, January 17, 2015

MP3 TAUSIYAH KH ABDULLAH SYAFI'I



1. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Kemerdekaan Diri - Klik Disini
2. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Kesombongan Iblis - Klik Disini
3. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Bid'ah-Bid'ah yang baik - Klik Disini
4. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Beramal sebelum terlambat - Klik Disini
5. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Ashabul Kahfi - Klik Disini
6. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Menolak Syariat - Klik Disini
7. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Niat Ikhlas - Klik Disini
8. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Keutamaan membaca Al Quran - Klik Disini
9. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Tentang Dakwah - Klik Disini
10. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Shalawat Atas Nabi Muhammad Saw - Klik Disini
11. Ceramah KH Abdullah Syafi'i - Perilaku Curang - Klik Disini

Wednesday, December 3, 2014

MP3 AL HABIB SYECH BIN ABDULQODIR ASSEGAF VOLUME 7


1. Allahumma Shali Ala Muhammad - Klik Disini
2. Sholatun - Klik Disini
3. Miftahul Jannah - Klik Disini
4. Ya Kadu Min Syidati - Klik Disini
5. Maulana Ya Maulana - Klik Disini
6. Ya Chadi - Klik Disini

Tuesday, December 2, 2014

KOLEKSI MP3 MAJELIS NURUL MUSTHOFA (UPDATE NEW QASIDAH 2018)




1.   Yaa Habibana Abdurrahman Seggaf - Klik Disini
2.   Ya Dzakiri - Klik Disini
3.   Ya Allah Biha - Klik Disini
4.   Tholama Ashqu - Klik Disini
5.   Sholatullah Salamullah - Klik Disini
6.   Sidnan Nabi (Medley) - Klik Disini
7.   Sholatun - Klik Disini
8.   Robbi Sholi Daiman - Klik Disini
9.   Robbi Fanfa'na Bibarkatihim - Klik Disini
10. Robbi Faj'alna minal Akhyar - Klik Disini
11. Ahmad Ya Habibi - Klik Disini
12. Allahumma Sholi Wa Salim Ala - Klik Disini
13. Burdah (Medley) - Klik Disini
14. Dauni - Klik Disini
15. Laa Ilaha Ilallah - Klik Disini
16. Ilir Ilir - Klik Disini
17. Majelis Nurul Musthofa - Klik Disini
18. Ya Hanana (Medley) - Klik Disini
19. Yaa Robbi Sholi Ala Muhammad - Klik Disini
20. Tawassul - Klik Disini
21. Ya Rasulullah Salamun Alaik - Klik Disini
22. Robbi Shali Daiman - Klik Disini
23. Ya Ahlal Baiti Nabi - klik Disini
24. Ya Sayyidii Ya Rasulullah - Klik Disini
25. Ya Allah Lana bilqobul - Klik Disini
26. Subhanallah Walhamdulillah - Klik Disini
27. Isyfa'lana - Klik Disini
28. Waqtusyahr - Klik Disini
29. Alloh Arju - Klik Disini
30. Ya Habibah Qolby - Klik Disini
31. Lailahailallah - Klik Disini
32. Ya Maulidal Musthofa - Klik Disini
33. Sholallahu Ala Sayyidina Muhammad - klik disini
34. Wani'mal wali waliha - Klik Disini
35. Khoirolbariyah - Klik Disini
36. Aqidatul Awwam - Klik Disini
37. Bainakatifaihi Alamah - klik Disini
38. Assalamualaika Zainal Anbiya- Klik Disini
39. Busyrolana - Klik Disini
40. Assalamualaika Ya Nabi Klik Disini
41. Alfasholalloh - Klik Disini
42. Ya Arhama Rohimin - Klik Disini
43. Nabiyil Huda - Klik Disini
44. Mahalulqiyam - Klik Disini
45. Asholatu ala Ahmad - Klik Disini
46. Nurul Musthofa - Klik Disini
47. Sholatullah ala thoha yamani - Klik Disini
48. Annabi Sholu Alaik - Klik Disini
49. Ya Asyiqol Musthofa - Klik Disini
50. Keindahan Surga - Klik Disini
51. Ya Latief - Klik Disini
52. Washolatulalal Mukhtar Khoirulbariyah - Klik Disini
53. Huwannur - Klik Disini
54. Birosulillahiwal Badawi - Klik Disini
55. Alayaaallah Binazdrah - klik Disini
56. Sholatullahi Tagsyakum - Klik Disini

UPDATE 2018 NEW

57. Ya Robbana Gisna - Klik disini
58. Allahul Kahfi (Teks Indo) - Klik Disini
59. Robbana Ya Robbana (Teks Indo) - Klik Disini
60. Ya Muhaimin Ya Salam (Teks Indo) - Klik Disini
61. Dzaronah - Klik disini
62. Qasidah Al Habib Abdullah bin Muhsin - Klik Disini.
63. Syarillah Ya Ramadhan (Istiqlal 2018) - Klik Disini
64. Allahu Allah Ya Dzaljala liwal Ikrom 2018 - Klik Disini
65. Ya Rasulullah Salamun Alaik 2018 - Klik Disini

Semoga manfaat. tidak ada niatan sama sekali untuk memperbanyak untuk dijual,tapi hanya dishare ke teman2 semoga manfaat, dan kelak mendapat syafaat Rasulullah SAW. Aamiin ^_^

Setelah Anda Mendownload Mp3 Ini, Kami Harap TIDAK Untuk di jadikan sebuah

COMPACT DISC [ CD ] Untuk Di Jual Belikan / Di Bisniskan Pada orang lain.

MP3 Qasidah Sholawat Ini Bisa anda berikan dengan cuma -2 [Gratis] kepada teman-2 anda atau orang lain yang menginginkannya terutama untuk dimasukkan di Handphone -2 anda / teman anda bagi Handphone yang ber menu mp3 dengan Memory card, agar music MP3 alunan dari Majelis Nurul Musthofa ini bisa bermanfaat bagi siapa saja agar tetap selalu ingat untuk Ber Sholawat kepada Nabi MUHAMMAD SAW